Laboratorium Patologi Klinik

Pemeriksaan Kimia klinik adalah suatu pemeriksaan untuk mengetahui metabolisme tubuh yaitu antara lain fungsi hati, ginjal & jantung. Pemeriksaan imunologi tersedia untuk mengetahui adanya penyakit infeksi, penanda tumor (AFP, CEA, Ca 125 dan lain-lain) juga pemantauan kadar obat terhadap pasien pasca cangkok ginjal (Cyclosporin, Tacrolimus).
Melayani pemeriksaan:
Hepatitis, Torch, Penanda Tumor, Pemantauan Kadar Obat, Fungsi Hati, Fungsi Jantung, Lemak, Batu Ginjal, Batu Empedu, Analisa Cairan Tubuh (Cairan Otak, Cairan Sendi, Cairan Pleura dan lain-lain), HbA1C dan sebagaianya.
Laboratorium Hematologi
Pemeriksaan Hematologi antara lain untuk mengetahui keadaan darah di tubuh kadar haemoglobin, bentuk-bentuk sel darah, adanya kekentalan dalam darah.
Pemeriksaan Urin sangat diperlukan karena dapat mengetahui adanya infeksi dalam saluran urin atau ginjal.
Melayani pemeriksaan:
Hematologi, Hemostasis/koagulasi, Urin & Feses, BMP (sumsum tulang), Morfologi Darah Tepi, agregasi Trombosit dan lain-lain.
Menjamin transfusi darah yang aman
Melayani:
- Permintaan darah dari ruang operasi, ICU, ruang rawat inap dan ruang rawatjalan.
- Melakukan Cross match.
- Test Golongan Darah.
- Screening Donor darah dari infeksi menularlewattransfusi darah.
Laboratorium CITO 24 JAM
Melayani pemeriksaan yang diperlukan segera untuk tindakan emergency, ICU, rawatjalan dan rawat inap (hasil dapat ditunggu 1 jam).
Melayani pemeriksaan:
Klimia klinik, Hematologi, Gas Darah, Narkoba, Demam Berdarah, Malaria, Typus, Cairan Otak, Urine, PCT, BNP,As.Laktat, Ca Ion dan lain-lain
 
Pemeriksaan laboratorium MIKROBIOLOGI
Pemeriksaan mikrobiologi adalah pemeriksaan untuk mengetahui adanya kuman-kuman di tubuh manusia penyebab penyakit infeksi, untuk mengetahui kuman-kuman yang ada pada Rumah Sakit (Nosokomial) dan juga tersedia pemeriksaan anti mikroba untuk pengobatan yang tepat.
Jenis pemeriksaan Mikrobiologi:
1. Pewarnaan Gram
- Paling lama 1 hari/sampel
- Paling cepat 1 jam/sampel
- Melihat kuman Gram (+) & (-)
- Dapat melihat ada tidaknya jamur
2. Pewarnaan Tahan Asam (1X)
- Untuk melihat adanya kuman basil tahan asam seperti Mycobacterium tubercolosis & Mycobacterium leprae
- Hasil paling cepat 1 jam/sampel
- Paling lama 1 hari
3. Kultur & sensitifitas secara automatic
- Untuk mengidentifikasi kuman dan sensitivitas antibiotiknya
- Hasil paling cepat 3 hari
- Paling lama 5 hari
4. Kultur M.TB & Uji Sensitifitas OAT
- Untuk menumbuhkan kuman
Mycobacterium Tubercolosis dengan cepat
- Jika menggunakan Liquid media, waktu kultur paling cepat ±3 minggu
- Namun jika menggunakan LJ media, waktu kultur paling lama 56 hari (8 minggu)
a. DNA Salmonella
b. DNA Leptospira
c. DNA N. Gonorrhoe
d. DNA Clamedia
e. DNA M. Leprae
f. DNA M. Tuberculosis
g. DNA HPV
h. DNA Malaria
I. RNA Virus Dengue 
j. RNA Virus Influenza type A, B
 
5. PCR untuk DNA/RNA (Simple PCR)
Mengidentifikasi kuman penginfeksi dengan cepat paling lama 1 hari dengan tingkat sensivitas dan spesifikasi yang tinggi, meliputi :
 
6. Identifikasi Jamur
- Pewarnaam gram 1 hari
- Pewarnaam gram 1 hari
- Preparat basah (KOH & LCB) 1 hari
- Kultur Jamur (21 s/d 30 hari)
7. Pemeriksaan DNA & RNA
a. HBV DNA Cobas Tagman 48
b. HCV RNA Cobas Tagman 48
c. HIV RNA Cobas Tagman 48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>